Kamis, 28 November 2013

KEHIDUPAN SOSIAL PENGAMEN JALANAN

Pengamen perkotaan adalah fenomena yang mulai dipandang sebagai masalah serius, terutama dengan semakin banyaknya permasalahan sosial ekonomi dan politik yang ditimbulkannya. Modernisasi dan industrialisasi sering kali dituding sebagai pemicu, diantara beberapa pemicu yang lain, perkembangan daerah perkotaan secara pesat mengundang terjadinya urbanisasi dan kemudian komunitas-komunitas kumuh atau daerah kumuh yang identik dengan kemiskinan perkotaan.
Indonesia merupakan negara berkembang 'identik dengan 'kemiskinan'. Jadi masih mengandung kemiskinan dimana-mana, baik di kota maupun di desa. Kita dapat melihat di setiap kota pasti ada daerah yang perumahannya berhimpitan satu dengan yang lain, banyaknya pengamen, pengemis, anak jalanan dan masih banyak lagi keadaan yang dapat menggambarkan 'masyarakat miskin perkotaan'. Bahkan di malam hari banyak orang-orang tertentu yang tidur di emperan toko pinggir jalan. Kondisi demikian sangat memprihatinkan dan harus segera di atasi. 
Faktor-faktor yang membuat seseorang mengamen diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Faktor Ekonomi
Anak pengamen harus mau melakukannya demi tuntutan ekonomi, dimana orang tua tidak mampu membiayai  kebutuhan hidup dan kebutuhan sekolah. Untuk itu demi memenuhi kebutuhan tersebut maka seorang anak harus melakukannya.  Bahkan kadangkala orang tua menyuruh anaknya mengamen untuk menambahi kebutuhan hidup atau orang tua yang malas bekerja hanya mengandalkan hasil pengamen anaknya,
2. Kurang Kasih Sayang
Anak yang kurang kasih sayang atau tidak menerima kasih sayang  dari orang tua. Artinya hanya karena kesibukan orang tua sibuk untuk mencari harta atau kesenangan sehingga orang tua tidak memiliki  waktu untuk mencurahkan perhatian, bertanya tentang apa masalah anak, bertukar pikiran, dan berbagi rasa dengan anak. Dengan tidak menerima kasih sayang dari orang tua maka anak pun mencari kesenangan dengan  lain untuk  menghibur dirinya walaupun dengan cara bagaimanapun. Cara mengamen adalah salah satu penghiburan diri bagi anak karena dengan bernyanyi sebagai pengamen dapat menghibur hati, menungkapkan isi hati, dan menghabiskan waktu,
3. Rasa ikut-ikutan
Anak dipengaruhi lingkungan atau teman sebaya untuk mencari hiburan, menghindari pekerjaan rumah, pekerjaan sekolah atau merasa hebat akan dirinya. Padahal jika ditesuri, sebenarnya niat seorang anak, segi ekonomi, tidak membuat anak menjadi seorang pengamen, tetapi hanya karena ikut-ikutan atau dipengaruhi  maka seorang anak pun melakukannya. Dengan melihat situasi ini meskipun anak pengamen harus mengalami panas terik, hujan, caci maki, pukulan, tetap memiliki jumlah yang banyak. Hampir ditiap persimpangan jalan dapat ditemui di pasar, di rumah makan, terminal, dan sebagainya.Akan tetapi hal yang sering muncul adalah bersifat negatif dari berbagai kalangan seperti akan menganggu kemacetan lalu lintas, kurangnya nilai estetika tata ruang kota, dan menganggu kenyamanan yang berkendaraan. Yang sudah diteliti bahwa psikologis anak pengamen ini tidak memiliki rasa malu, tidak peduli atau acuh tak acuh, dengan tujuan agar keberadaan mereka diterima masyarakat sebagai bentuk budaya baru. Agar keberadaan mereka tetap eksis anak pengamen juga berupaya untuk melawan berbagai pihak baik pihak hukum dan non hukum hanya untuk mempertahankan harga diri dan rasa solidaritas diantara mereka.
Fenomena sosial kehidupan anak pengamen memiliki dua arti yaitu pengaruh yang hanya bekerja di jalanan dan menunjukkan gaya kehidupan di jalanan. Bekerja di jalanan  artinya mencari nafkah hanya mengandalkan pengamen untuk kebutuhan hidup sedangkan gaya hidup di jalanan hanya sekedar mewujudkan dapat hidup dijalanan  dan tidak hanya mengandalkan hasil pengamen. Dari segi usia sebenarnya anak pengamen tidak wajar melakukannya dengan alasan orang tua harus memiliki tanggung jawab dan memberi kasih saysng kepada anaknya. Meskipun orang tua tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sebaiknya anak tidak dibolehkan mengamen lebih  baik menjual makanan atau kebutuhan kecil-kecil dengan cara berkeliling untuk menambah kebutuhan hidup walaupun keuntungan tidak besar.
Untuk itu sebagai orang tua harus mampu memberikan tanggung jawab dan kasih sayang kepada anak agar tidak terjadi anak pengamen di tengah kota. Disamping itu aparat hukum memiliki aturan yang tegas terhadap hukum, hukum harus ditegakkan  demi masa depan anak bangsa. Apabila hal-hal ini dilakukan maka sangat tipis kemungkinan munculnya anak pengamen di jalanan yang saat ini telah menjamur. Selain itu juga jika anak pengamen tidak muncul di tengah kota maka nilai estetika kota pun ada, hal-hal yang tidak diinginkan pun tidak terjadi. Sehingga untuk menuju Kota Medan Metropolitan pun terwujud walaupun masih membutuhkan perbaikan-perbaikan dibidang  yang lain.

·                  Merasa Bebas
·                  Mendapat sedikit penghasilan
·                  Dapat menyambung umur/terus hidup.


·         Membuat lingkungan menjadi kumuh
·         Menjadi masalah sosial.
·         Masa depan semakin suram
·         Bertambahnya angka anak putus sekolah



·                  Memperkuat iman dan taqwa anak sejak dini.
·                  Mengumpulkan pengamen untuk di beri keterampilan agar dapat lebih berguna bagi masyarakat. Sperti di ajarkan bermain musk dengan baik.
·                  Memberi beasiswa bagi anak yang kekurangan biaya agar tidak putus sekolah.
·                  Orang tua lebih memperhatikan anaknya

·                  Orang tua lebih mengawasi pergaulan anaknya

MAKALAH KEGIATAN SOSIAL PEMBAGIAN HEWAN QURBAN

KATA PENGANTAR




Segala puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan rahmat taufik dan hidayah-Nya saya menyusun makalah  tentang kegiatan sosial pembagian hewan  qurban ini. Puji syukur penulis  panjatkan kehadirat Allah SWT, atas berkat  Rahmat  dan Hidayah-Nya  penulis  dapat  menyelesaikan makalah  tentang kegiatan social pembagian hewan  qurban. Penulis menyadari bahwa terselesainya makalah ini tak lepas dari peran  serta  berbagai pihak yang telah  membantu baik berupa  materil  mau- pun spiritual , petunjuk dan saran,  dukungan dan dorongan yang diberikan kepada  penulis,  sehingga  Penulisan  Ilmiah  ini selesai.  Untuk itu, pada  kesempatan ini penulis  menyampaikan rasa  hormat dan  terima  kasih sebesar-besarnya. Penulis  menyadari bahwa  makalah  ini masih  jauh  dari  sempurna, untuk  itu  penulis  dengan senang  hati  menerima kritik  dan  sarannya yang membangun. Akhir kata  penulis  berharap, semoga  makalah  ini dapat bermanfaat bagi kita semua.  Amin.

DAFTAR ISI


Kata Pengantar ……………………………………………………………………………….....1
DaftarIsi ………………………………………………………………………………………...2

1. Pendahuluan ………………………………………………………………………………….3
1.1   Latar Belakang….....………………………………………….……….……….……....3
1.2   Tujuan………………………........…………………………………………………......3
2. Pembahasan…………………………………………………………………………………....4

       2.1  Pengertian Kurban…………………………………………………………………........4
       2.2  Jenis dan Syarat Hewan untuk Berkurban……………………………………………....4
       2.3  Syarat-syarat Hewan Kurban……………………………………………………….…...5
       2.4  Syarat dan Waktu Berkurban……………………………………...……………….....5
       2.5  Cara Penyembelihan dan Do`a Berkurban………………………....……………….…...5
       2.6  Hikmah dari Berkurban……………………………………………………………….....5

3. Isi cerita dari Pembagian Qurban………….…………………………............………………...6

4. Foto Kegiatan Qurban………………………………………………………………………….7

       4.1  Tampilan Foto saya yang sedang menguliti kambing.......................................................7
       4.2  Tampilan foto bapak – bapak yang sedang merobohkan sapi...........................................7
       4.3  Tampilan foto ibu – ibu yang sedang memotong daging sapid an kambing.....................8

5. Penutup………………………………………………………………………..………………..9

       5.1  Kuisioner…………………………………………………………….......…………….....9
       5.2  Hasil  Kuisioner...............................................................................................................10
       5.3  kesimpulan………………..……………………………......................………………….9



 1. PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Saya  membuat makalah ini dengan tujuan untuk mengingatkan bahwa kita sebagai masyarakat  muslim harus ambil andil dalam perayaan hari raya Idul Adha.  Kita semua mengetahui bahwa kurban dilaksanakan pada hari raya Idul Adha.
Kegiatan kurban dilaksanakan oleh orang Islam. Kurban dilaksanakan setelah menunaikan ibadah shalat Idul Adha. Kita juga boleh ikut menyumbangkan hewan untuk dijadikan kurban.

2.1 Tujuan

Demikian yang bisa kami sampaikan. Semoga dengan dibuatnya makalah  yang membahas tentang Kurban ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Saya selaku pembuat mengharapkan semua bisa memanfaatkan makalah ini. Sekian dan terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca makalah ini.
           


 2. PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kurban
Kurban dalam bahasa Arab disebut ”udhiyah”, yang berarti menyembelih hewan pada pagi hari. Sedangkan menurut istilah, kurban adalah beribadah kepada Allah dengan cara menyembelih hewan tertentu pada hari raya Idul Adha dan hari tasyrik (tanggal 11,12 dan 13 Zulhijah)
  1. Hukum Berkurban ada 3,yaitu:
  • Wajib bagi yang mampu
  • Sunnah
  • Sunnah Muakkad
  1. Jenis dan syarat hewan untuk Kurban
2.2 Jenis-jenis binatang yang dapat untuk kurban.

syaratnya adalah:
  1. Domba                        : syaratnya telah berumur 1 tahun lebih atau sudah berganti gigi.
  2. Kambing                     : syaratnya telah berumur 2 tahun atau lebih.
  3. Sapi atau Kerbau         : syaratnya yelah berumur 2 tahun atau lebih.
  4. Unta                            : syaratnya telah berumur 5 tahun atau lebih.
Sebaiknya berkurban dengan binatang yang mulus dan gemuk serta tidak cacat, seperti:
·         Jelas-jelas sakit
·         Sangat kurus
·         Sebelah matanya tidak berfungsi atau keduanya
·         Pincang
·         Putus telinga
·         Putus ekor

2.3 Syarat-syarat hewan Kurban
  1. Hewan yang dijadikan untuk kurban hendaklah hewan jantan yang sehat, bagus, bersih, tidak ada cacat seperti buta, pincang, sangat kurus, tidak terpotong telinganya sebelah atau ekornya terpotong dan sebagainya.
  2. Hewan yang dikurban
2.4 Syarat dan waktu melaksanakan Kurban
·         Orang yang berkurban beragama Islam
·         Dilaksanakan pada bulan Zulhijah
·         Waktu penyembelihan kurban pada tanggal 10 Zulhijah setelah shalat hari raya Idul Adha, dilanjutkan pada hari tasyriq, yaitu tanggal 11, 12 dan tanggal 13 Zulhijah sampai terbenam matahari.
2.5 Cara penyembelihan dan do`a berkurban
  1. Cara menyembelih sama dengan penyembelihan yang disyaratkan Islam, yakni penyembelih harus orang Islam (khusus kurban, sunnah penyembelih adalah yang berkurban sendiri, jika diwakilkan disunatkan hadiri pada waktu penyembelihannya)
  2. Alat untuk menyembelih harus benda tajam. Tidak boleh menggunakan gigi, kuku dan tulang.
  3. Memotong 2 urat yang ada di kiri-kanan leher agar lekas matinya, tetapi jangan sampai putus lehernya (makruh).
  4. Binatang yang disembelih hendaklah digulingkan ke sebelah kiri tulang rusuknya agar mudah saat penyembelihan.
  5. Hewan yang disembelih disunnahkan dihadapkan ke arah Kiblat.
  6. Orang yang menyembelih disunatkan membaca:
    • Basmalah:
    • Takbir
    • Do’a
2.6 Hikmah dari Kurban
  1. Menambah cintanya kepada Allah SWT
  2. Akan menambah keimanannya kepada Allah SWT
  3. Dengan berkurban, berarti seseorang telah bersyukur kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia yang telah dilimpahkan pada dirinya.
  4. Dengan berkurban, berarti seseorang telah berbakti kepada orang lain, dimana tolong menolong, kasih mengasihi dan rasa solidaritas dan toleransi memang dianjurkan oleh agama Islam.
3. Isi cerita dari Pembagian Qurban

Libur panjang baru saja berlalu. Cuti bersama ditetapkan di hari Senin, dan libur Idul Adha di hari Selasa. Di tempat saya tinggal, diputuskan untuk melaksanakan pemotongan kurban Idul Adha. Sudah jauh-jauh hari acara ini dipersiapkan oleh karang taruna kami. Saya ingat betul, rapat pertama dilakukan 2 bulan sebelum acara, yaitu masih di bulan Syawal. Rapat dilakukan di Musholla AL – BAYAN. Saat agenda rapat lainnya masih membahas soal silaturahmi halal bi halal. Aktif di lingkungan sekitar ini memiliki seni tersendiri. Aktif bermasyarakat dan aktif di komunitas.
Pada hari senin malam selain takbiran saya dan karang taruna membantu untuk menurunkan dan membawa kambing dan sapi ke tempat yang telah disediakan oleh karang taruna di sebelah Musholla. Saya beserta karang taruna takbiran sampai dengan pukul 00.00 WIB.
Semua dilakukan karena senang saja dan keinginan untuk berkontribusi kembali ke komunitas. Mengembalikan apa-apa yang didapat kepada orang lain. Alhamdulillah acara berjalan lancar Pemotongan dimulai pukul 8.15 WIB saya membantu memotong dan menguliti daging kambing, di tempat saya terdapat 14 ekor kambing yang ingin di potong, sedangkan sapi dilakukan pemotongan oleh bapak – bapak. Selain menguliti ssaya juga di beri tugas untuk memotong daging kambing yang sudah dikulita beserta menimbang daging kambing yang akan dibagikan kepada warga sekitar dan juga Yayasan Yatim Piatu yang tinggal dekat daerah saya. Total terkumpul 213 kantong daging sapi dan 128 daging kambing.
Acara selesai pada pukul 12.00 WIB saya dan karang taruna pulang dulu ke rumah untuk mandi dan siap – siap Sholat Dzuhur di Musholla, setelah Sholat Dzhur bersama – sama saya menyantap makan siang bersama anggota karang taruna, makanan tersebut telah disiapkan oleh ibu – ibu yang menjadi panitia.
Setelah selesai makan siang saya ditugaskan untuk membagikan daging Qurban tersebut kepada warga sekitar,sedankan sebagian teman saya (karang taruna) ditugaskan untuk pergi membagikan daging qurban ke tempat yatim piatu. Semoga kita benar-benar bisa memaknai hari raya Idul Adha ini sebaik-baiknya. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

4. Foto Kegiatan Qurban

Ini merupakan gambar saya yang sedang mengikuti kegiatan pemotongan hewan qurban :

4.1 Tampilan Foto saya yang sedang menguliti kambing di lihat pada tampilan gambar 4.1:

                                                  4.1 Foto Menguliti Kambing




4.2 Tampilan foto bapak – bapak yang sedang merobohkan sapi di lihat pada tampilan gambar 4.2:



                                                  4.2 Foto Merobohkan Sapi

4.3 Tampilan foto ibu – ibu yang sedang memotong daging sapi dan kambing di lihat pada tampilan gambar 4.3:


4.3 Foto Memotong Sapi dan kambing
5. Penutup


5. 1 Kuisioner

KUESIONER MAKALAH KEGIATAN SOSIAL PEMBAGIAN HEWAN QURBAN
MATA KULIAH ILMU SOSIAL DASAR
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI UNIVERSITAS GUNADARMA

1.
Nama
2.
Usia
3.
Status (*coret yang tidak perlu)
:
Mahasiswa
Bukan Mahasiswa

Pertanyaan :
Uraian
(SS)
Sangat Setuju
(S)
Setuju
(TS)
Tidak
Setuju
(STS)
Sangat
Tidak Setuju
Tampilan makalah sudah menarik




Tulisan sudah cukup jelas




Tema sudah cocok dengan Makalah




Ukuran huruf sudah sesuai dan bisa dibaca




Makalah ini membantu masyarakat untuk mengenal fungsi dari Idul Adha




Makalah ini berguna bagi masyarakat










Makalah ini sudah membahas tentang tata cara berqurban yang baik













Isi dari makalah ini sudah cukup jelas








Perlukah penambahan foto dari makalah ini




Makalah ini menjelaskan bagaiman kita harus peduli tetang kegiatan sosial yang ada di sekitar masyarakat





Saran :

5.2 Hasil Kuisioner

user
Pertanyaan

Score
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1
3
4
3
4
4
3
4
2
4
4
2
3
3
2
3
3
3
4
3
4
4
3
4
3
3
3
4
3
2
2
4
2
Score
10
10
8
10
11
9
10
7
12
10


 Keteranagan Score :
Sangat  setuju = 4
Setuju = 3
Tidak setuju = 2
Sangat  tidak setuju = 1


Berdasarkan hasil  kuisioner, secara  umum  makalah ini berguna bagi masyarakat sudah  dinilai  baik oleh  responden.  Hal yang  menjadi  perhatian adalah mengenai isi dari makalah ini yang  ditunjukkan dengan jumlah  score  paling  rendah dibandingkan  dengan jumlah score yang lain.
5.3 Kesimpulan
Bentuk solidaritas rasa kemanusiaan umat islam sudah secara jelas terlihat dalam pembagian daging kurban kepada sesama umat islam dan perintah untuk berkurban di tujukan bagi mereka yang mampu, hal tersebut menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang respek terhadap saudara sesama muslim yang kurang mampu dan lainnya, dengan adanya anjuran berkurban dalam al - qur'an merupakan sebuah pembelajaran untuk mempertebal rasa kemanusiaan, mengenal kepekaan  terhadap masalah sosial, membiasakankan sikap saling menyayangi terhadap sesama dan diharapkan berdampak positif bagi seluruh umat islam. Hari Raya Kurban merupakan salah satu kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh seluruh umat islam dengan tujuan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat kurang mampu di lingkungannya untuk tujuan kemanusiaan
Sudah banyak umat islam yang hanya berlomba meningkatkan kualitas kesalehan ritual ( sholat, puasa, haji ) tetapi tanpa diimbangi dengan sosial kemanusiaan ( tidak peduli masyarakat sekitarnya ), semoga semua umat islam menjadikan hari raya idul adha tahun ini sebagai cara untuk meningkatkan rasa kemanusiaan terhadap sesama dan menjadi suatu hal yang perlu diamalkan di hari raya Idul adha tahun – tahun berikutnya.